1. Pengertian Sistem Operasi
Sistem Operasi (Operating System
: OS) adalah komponen pengolah peranti lunak dasar (essential
component) tersistem sebagai pengelola sumber daya perangkat keras
komputer (hardware), dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi
perangkat lunak. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari
perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi,
pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka,
kecuali program booting. Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang
sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data,
penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.
Fungsi Sistem Operasi
Sistem
operasi merupakan penghubung antara perangkat keras dan pengguna,
sistem operasi juga berfungsi sebagai program pengendali dengan tujuan
untuk menghindari kesalahan penggunaan komputer dan mengatur pengelolaan
sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan layanan
kepada pengguna sehingga memudahkan pengguna dalam mengoperasikan
komputer.
Fungsi sistem operasi secara umum adalah sebagai berikut :
Resource
manager, merupakan pengelolaan sumber daya dan mengalokasikannya,
Contoh: memori, CPU, Disk Drive dan perangkat lainnya.
Interface
/ tatap muka, yaitu sebagai perantara antara pengguna dengan perangkat
keras dengan menyediakan tampilan kepada pengguna yang lebih mudah
dipahami dan bersahabat (user friendly) Coordinator, mengkoordinasi dan
menyediakan fasilitas sehingga aktifitas yang kompleks dapat diatur dan
dapat diproses secara berurutan.
Guardian, menyediakan akses kontrol yang bertugas untuk melindungi file dan memberi pengawasan pada data dan program.
Gate
Keeper, berfungsi sebagai pengendali hak akses oleh pengguna yang
mengendalikan siapa saja yang berhak masuk ke dalam sistem dan mengawasi
apa saja yang dilakukannya.
Optimizer adalah penjadwal masukan (input) oleh user, pengaksesan basis data, proses komputasi dan penggunaan.
Accountant befungsi untuk mengatur waktu CPU, penggunaan memori, pemanggilan I/O, disk storage, dan waktu koneksi terminal.
Server berfungsi untuk melayani pengguna komputer.
Fungsi Dasar Sistem Operasi
Perangkat
lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen
perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termaksud
menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan
sistem operasi web.
Fungsi Dasar Sistem Operasi :
Mengatur jalannya perangkat keras dan perangkat lunak pada komputer.
Menjalankan program pada komputer agar bisa berjalan dengan baik.
Menghindari konflik.
Sebagai program untuk menghindari kekeliruan.
Cara Kerja Sistem Operasi
Untuk
mengenal cara kerja komputer, tentu saja tidak hanya dengan mengenal
nama-nama bagian yang terkait dalam kerja sistem komputer, kita harus
mengetahui hubungan antara perangkat lunak dan perangkat keras serta
dalam kapasitasnya menyimpan data. Perangkat keras memiliki hubungan
dekat dengan sistem operasi, tanpa adanya sistem operasi, perangkat
keras komputer hanyalah seonggok benda mati yang tidak berguna. Sistem
operasi adalah “pengasuh” seluruh perangkat lunak aplikasi yang akan
berinteraksi dengan perangkat keras.
Tugas sistem operasi dalam rangka cara kerja komputer antara lain sebagai berikut :
Melakukan
manajemen proses. Sistem operasi menjadwalkan setiap proses seperti
membuat file, menghapus file, sinkronisasi antar file, komunikasi antar
file dan lain sebagainya.Sistem operasi juga melakukan penundaan proses,
melanjutkan proses atau menghentikan proses secara paksa. Hal yang
berkaitan dengan menunda dan melanjutkan proses sangat bergantung pada
RAM untuk menampung proses sementara waktu dan register prosesor yang
menampung proses yang sedang berjalan. Sedangkan untuk yang berkaitan
dengan pengolahan file membutuhkan bantuan dari Control Unit, yakni
komponen pemrosesan yang ada dalam CPU.
Manajemen
memori utama. Sistem operasi harus bisa mengatur dan mengalokasikan
jumlah memori yang dibutuhkan serta alamat memori yang diperlukan untuk
menampung proses. Jika tidak bisa, maka terjadi proses yang tumpang
tindih dan terjadi hang karena memori tidak cukup menampung beban
proses.
Manajemen
file. Ada empat bagian penting dalam manajemen file, yakni membuka
file, menulis file (salin, tempel atau tulis data), menyimpan file dan
menghapus file.
Manajemen
sistem input dan output. Sistem operasi harus bisa melakukan hal yang
berkaitan dengan masukan dan keluaran data. Data yang diberikan oleh
pengguna melalui keyboard, mouse atau perangkat lain harus mampu
ditampung. Hal yang berkaitan dengan manajemen sistem input output
adalah buffering atau penampungan data, scheduling atau penjadwalan
data, spooling atau meletakkan pekerjaan di dalam buffer dan
mengalokasikan driver untuk perangkat keras yang terhubung ke CPU.
Manajemen
penyimpana sekunder. Penyimpanan sekunder erat kaitannya dengan media
penyimpanan sekunder seperti harddisk, USB flashdisk, SSD, DVD dan lain
sebagainya. Aplikasi komputer pada umumnya akan menyimpan file atau data
hasil pemrosesan di media penyimpanan sekunder karena penyimpanan
primer bersifat sementara dan terbatas. Oleh karena itu sistem operasi
juga melakukan perantaraan file maupun data yang akan disimpan dalam
sistem penyimpanan sekunder dengan memperhatikan beberapa aspek,
diantaranya adalah efisiensi, optimalisasi dan sekuriti.
Selain
lima hal diatas, sistem operasi juga menyediakan sistem keamanan untuk
komputer. Hal ini dikarenakan tanpa adanya sistem keamanan maka komputer
akan menjadi mudah digunakan oleh siapa saja, termasuk yang tidak
berwenang untuk menggunakannya. Untuk itu maka sistem operasi
menyediakan fitur keamanan seperti login user, firewall dan anti
malware.
5. Sejarah Sistem Operasi
Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi kedalam empat generasi :
Generasi
pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai
pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan
manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat
kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada
sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus
dikerjakan secara langsung.
Generasi
kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan
dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi
ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa
bagian dari fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem
operasi FMS (Fortran Monitoring System).
Pada
generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani
banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi
lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi
multi-user (di gunakan banyak pengguna sekali gus) dan multi-programming
(melayani banyak program sekali gus).
Pada
generasi ini , sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer
dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling
terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah
dinyamankan dengan GUI (Graphical User Interface) yaitu antar-muka
komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga
dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi
berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga
tercapai kinerja yang lebih baik.
Mendefinisikan
komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih
dalam perjalanan. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah
komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul
2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari
sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial
intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan
dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari
pengalamannya sendiri. Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh
dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud.
Layanan Sistem Operasi
Sebuah
sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan
sebagai berikut : pembuatan program, eksekusi program, pengaksesan I/O
Device, pengaksesan terkendali terhadap berkas pengaksesan sistem,
deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan, serta akunting.
Pembuatan
program yaitu sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk
membantu para pemrogram untuk menulis program; Eksekusi Program yang
berarti Instruksi-instruksi dan data-data harus dimuat ke memori utama,
perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi,
serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani
oleh sistem operasi; Pengaksesan I/O Device, artinya Sistem Operasi
harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali
menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun
dapat beroperasi; Pengaksesan terkendali terhadap berkas yang artinya
disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan
pengaksesan terhadap berkas;
Pengaksesan
sistem artinya pada pengaksesan digunakan bersama (shared system);
Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah
sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan
konflikkonflik dalam perebutan sumber-daya; Deteksi dan Pemberian
tanggapan pada kesalahan, yaitu jika muncul permasalahan muncul pada
sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan tanggapan yang
menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi
yang sedang berjalan; dan Akunting yang artinya Sistem Operasi yang
bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan
memonitor parameter kinerja.
Jenis - jenis Sistem Operasi
Berikut adalah 4 jenis-jenis sistem operasi dan kelebihannya.
Sistem
operasi DOS adalah sistem operasi yang termasuk CUI (Character User
Interface). Artinya sistem operasi DOS berkomunikasi dengan user melalui
karakter-karekter teks. Dan pengguna memberikan perintah kepada
komputer dalam bentuk teks juga. Sistem CUI sekarang sudah digantikan
dengan sistem operasi berbasis GUI (Grafhical User Interface) yaitu
sistem operasi yang menampilkan pesan dan menerima perintah dari kita
dalam bentuk grafis. Dan kelebihan sistem operasi berbasis GUI lebih
mudah digunakan dari pada CUI.
Micrososoft
DOS dibuat pada tahun 1981 oleh micrososft untuk pertama kalinya. MS
DOS dibuat untuk digunakan sebagai sistem operasi dikomputer IMB-PC.
Kerja sama antara Microsoft dan IMB membuat sistem operasi DOS diterima
sebagai sistem operasi standar untuk komputer.
Sistem
operasi windows merupakan sistem operasi yang mempunyai tampilan
grafis. Windows dikeluarkan oleh Microsoft Corporation, sebuah
perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia. Windows merupakan sistem
operasi yang paling banyak digunakan untuk PC karena sistem operasi
windows mudah untuk digunakan dan dikenal user friendy.
Windows
pertama kali dikeluarkan oleh Microsoft pada tahun 1990 dan diberi nama
windows versi 3.0 windows versi 3.0 merupakan kelanjutan dari windows
versi 1.0 dan 2.0 yang dimunculkan sebelumnya.Windows versi 3.0
merupakan sistem operasi berbasis GUI. Kemudian pada tahun 1992,
Microsoft mengeluarkan windows versi 3.1 untuk sistem operasi lingkungan
bisnis. Selanjutnya Microsoft mengeluarkan Windows NT pada tahun 1993,
yaitu sebuah sistem operasi yang digunakan untuk komputer server dalam
sebuah jaringan komputer. Pada tahun 1995 , Microsoft mengeluarkan
Windows 95 yang berhasi terjual sebanyak 7 juta keeping diseluruh dunia
dalam waktu 2 bulan. Microsoft terus memperbarui dan mengembangkan
sistem operasi windows dan terus mengeluarkan versi selanjutnya: Windows
97, Windows 98, windows ME, Windows 2000 Server, Windows XP, Windows
Vista, Windows 7, Windows 8, dan Versi terbaru windows 10.
Sistem
operasi unix banyak digunakan pada komputer besar seperti supercomputer
atau mainframe. Superkomputer adalah komputer yang digunakan pada
perusahaan besar. Superkomputer dapat melakukan pengelolaan data dengan
jumlah yang sangat besar karena dilengkapi processor yang sangat cepat
dan memori yang sangat besar, supercomputer digunakan oleh perusahaan
besar seperti bank, Badan Pertahanan Amerika, perusahaan pembuat pesawat
terbang dan lain-lain.
Sistem
operasi linux dikembangkan oleh seorang yang berkebangsaan finlandia
yang bernama linus benedict torvalds, linux dikembangkan oleh sistem
operasi unix . linux dapat dijalankan di PC. Linux meruakan sistem
operasi open source . ini berarti siapa saja dapat mengembangkan linux.
Saat ini linux sering digunakan sebagai sistem operasi untuk komputer
server diperusahaan-perusahaan karena linux mempunyai tempat kestabilan
yang baik, dalam arti kinerja linux tidak menurun meskipun dijalankan
selama ratusan hari tanpa henti, biasanya server linux hanya dimatikan
untuk mengganti komponen baru dari komputer yang bersangkutan. Selain
itu linux merupakan sistem operasi yang murah dan tanpa harus terikat
aturan lisensi.
Struktur Penyimpanan Sistem Operasi
Program
komputer harus berada di memori utama (biasanya RAM) untuk dapat
dijalankan. Memori utama adalah satu-satunya tempat penyimpanan yang
dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Idealnya program dan data
secara keseluruhan dapat disimpan dalam memori utama secara permanen.
Namun demikian hal ini tidak mungkin karena :
=> Ukuran memori utama relatif kecil untuk dapat menyimpan data dan program secara keseluruhan.
=>
Memori utama bersifat volatile, tidak bisa menyimpan secara permanen,
apabila komputer dimatikan maka data yang tersimpan di memori utama akan
hilang.
Memori Utama
Hanya
memori utama dan register merupakan tempat penyimpanan yang dapat
diakses secara langsung oleh prosesor. Oleh karena itu instruksi dan
data yang akan dieksekusi harus disimpan di memori utama atau register.
Untuk
mempermudah akses perangkat I/O ke memori, pada arsitektur komputer
menyediakan fasilitas pemetaan memori ke I/O. Dalam hal ini sejumlah
alamat di memori dipetakan dengan device register. Membaca dan menulis
pada alamat memori ini menyebabkan data ditransfer dari dan ke device
register. Metode ini cocok untuk perangkat dengan waktu respon yang
cepat seperti video controller.
Register
yang terdapat dalam prosesor dapat diakses dalam waktu 1 clock cycle.
Hal ini menyebabkan register merupakan media penyimpanan dengan akses
paling cepat bandingkan dengan memori utama yang membutuhkan waktu
relatif lama. Untuk mengatasi perbedaan kecepatan, dibuatlah suatu
penyangga (buffer) penyimpanan yang disebut cache.
Magnetic Disk
Magnetic
Disk berperan sebagai secondary storage pada sistem komputer modern.
Magnetic Disk disusun dari piringan-piringan seperti CD. Kedua permukaan
piringan diselimuti oleh bahan-bahan magnetik. Permukaan dari piringan
dibagi-bagi menjadi track yang memutar, yang kemudian dibagi lagi
menjadi beberapa sektor.
Storage Hierarchy
Dalam
storage hierarchy structure, data yang sama bisa tampil dalam level
berbeda dari sistem penyimpanan. Sebagai contoh integer A berlokasi pada
bekas B yang ditambahkan 1, dengan asumsi bekas B terletak pada
magnetic disk. Operasi penambahan diproses dengan pertama kali
mengeluarkan operasi I/O untuk menduplikat disk block pada A yang
terletak pada memori utama Operasi ini diikuti dengan kemungkinan
penduplikatan A ke dalam cache dan penduplikatan A ke dalam internal
register. Sehingga penduplikatan A terjadi di beberapa tempat. Pertama
terjadi di internal register dimana nilai A berbeda dengan yang di
sistem penyimpanan. Dan nilai di A akan kembali sama ketika nilai baru
ditulis ulang ke magnetic disk.
Pada
kondisi multi prosesor, situasi akan menjadi lebih rumit. Hal ini
disebabkan masing-masing prosesor mempunyai local cache. Dalam kondisi
seperti ini hasil duplikat dari A mungkin hanya ada di beberapa cache.
Karena CPU (register-register) dapat dijalankan secara bersamaan maka
kita harus memastikan perubahan nilai A pada satu cache akan mengubah
nilai A pada semua cache yang ada. Hal ini disebut sebagai Cache
Coherency.
9. Arsitektur Sistem Operasi
Arsitektur
sistem operasi adalah merupakan arsitektur perangkat lunak yang
digunakan untuk membangun suatu perangkat lunak sistem operasi yang akan
digunakan dalam sistem komputer. Perkembangan arsitktur sistem operasi
modern ini semakin komplek dan rumit sehingga memerlukan sistem operasi
yang dirancang dengan sangat hati-hati, cermat dan tepat agar dapat
berfungsi secara optimum dan mudah untuk dimodifikasi.
Sistem
operasi merupakan kumpulan dari program-program (prosedur,fungsi,
library) dimana prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di
sistem bila diperlukan”. Sistem pemanggilan program untuk mendapatkan
layanan dari sistem operasi tersebut dikenal dengan nama Sistem Call
atau API (aplication programming interface). Berbagai ragam Arsitektur
sistem operasi moderen diantaranya adalah : Sistem Monolitik, Sistem
Berlapis, Sistem Client/server, Sistem Virtual mesin dan Sistem
Berorientasi objek.
1). Sistem Minolitik
Sistem
monolitik Merupakan struktur sistem operasi sederhana yang dilengkapi
dengan operasi “dual” pelayanan {sistem call} yang diberikan oleh sistem
operasi. Model sistem call dilakukan dengan cara mengambil sejumlah
parameter pada tempat yang telah ditentukan sebelumnya, seperti register
atau stack dan kemudian mengeksekusi suatu intruksi trap tertentu pada
monitor mode.
Keunggulan dari sistem Monolitik ini adalah:
Kelemahan dari sistem Monolitik adalah:
Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit dilakukan karena tidak dapat dipisahkan dan dilokasikan,
Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan.
Kurang
efisien dalam penggunaan memori dimana setiap computer harus
menjalankan kernel yang besar sementara tidak memerlukan seluruh
layanan yang disediakan kernel.
Kesalahan pemrograman di satu bagian kernel menyebakan matinya seluruh sistem.
2). Sistem Berlapis
Teknik
pendekatan struktur sistem berlapis sistem operasi pada dasarnya dibuat
menggunakan pendekatan top-down, semua fungsi ditentukan dan dibagi
menjadi komponen komponen. Modularisasi sistem dilakukan dengan cara
memecah sistem operasi menajdi beberapa lapis (tingkat). Lapisan
terendah (layer 0) adalah perangkat keras dan lapisan teratas (layer N)
adalah user interface. Dengan sistem modularisasi, setiap lapisan
mempunyai fungsi (operasi) tertentu dan melayani lapisan yang lebih
rendah.
Sistem
operasi pertama kali yang memakai sistem berlapis adalah THE. Sistem
operasi THE yang dibuat oleh Dijkstra dan mahasiswa-mahasiswanya. Pada
dasarnya sistem operasi berlapis dimaksudkan untuk mengurangi kompleknya
rancangan dan implementasi dari suatu sistem operasi. Contoh sistem
operasi yang menggunakan sistem ini adalah: UNIX termodifikasi, THE,
Venus dan OS/2
Keuntungan Sistem Berlapis adalah:
Memiliki semua keunggulan rancangan modular.
Sistem
terbagi dalam beberapa modul, setiap modul dan lapisan bisa dirancang,
di uji, secara independen sehingga jika terjadi suatu kesalahan mudah
untuk menanganinya.
Kelemahan Sistem Berlapis adalah:
3). Sistem Mesin Virtual
Konsep
dasar dari mesin virtual ini tidak jauh berbeda dengan pendekatan
sistem terlapis dengan tambahan berupa antarmuka yang menghubungkan
perangkat keras dengan kernel untuk tiap-tiap proses. Mesin virtual
menyediakan antar muka yang identik untuk perangkat keras yang ada.
Sistem operasi ini membuat ilusi atau virtual untuk beberapa proses,
masing-masing virtual proses mengeksekusi prosessornya dan memorinya
(virtual) masing masing.
Meskipun
konsep ini cukup baik, namun cukup komplek untuk diimple-mentasikan,
karena system menggunakan metode dual-mode. Mesin virtual hanya dapat
berjalan pada monitor-mode jika berupa sistem operasi, se-dangkan mesin
virtual itu sendiri berjalan dalam bentuk user-mode. Konsek-uensinya,
baik virtual monitor-mode maupun virtual user-mode harus dijalankan
melalaui physical user mode. Hal ini menyebabkan adanya transfer dari
user-mode ke monitor-mode pada mesin nyata, yang juga akan menyebabkan
adan-ya transfer dari virtual user-mode ke virtual monitor-mode pada
mesin virtual. Sumber daya (resource) dari computer fisik dibagi untuk
membuat mesin virtual. Penjadwalan CPU dapat membuat penampilan bahwa
user mempunyai proses-sor sendiri. Spooling dan system file dapat
menyediakan card reader virtual dan line printer virtual. Terminal time
sharing pada user melayani sebagai console operator mesin virtual.
Contoh sistem operasi yang memakai mesin virtual ada-lah IBM S/370 dan
IBM VM/370.
Teknik
ini berkembang menjadi sistem operasi emulator, shingga system operasi
dapat menjalankan aplikasi-aplikasi untuk system operasi lain. Sistem
operasi MS-Windows NT dapat menjalankan aplikasi untuk MS-DOS, OS/2 mode
teks dan aplikasi Win16. aplikasi tersebut dijalankan sebagai input
bagi subsistem di MS-Windows NT yang mengemulasikan system calls yang
di-panggil aplikasi dengan Win32 API ( Sistem Call di MS-Windows NT).
Keuntungan dan kerugian konsep mesin virtual adalah sebagai berikut :
Mesin
virtual menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumber daya system
sehingga masing-masing mesin virtual dipisahkan mesin virtual yang
lain. Isolasi ini tidak memperbolehkan pembagian sumber daya secara
langsung.
Sistem
mesin virtual adalah mesin yang cocok untuk riset dan pengembangan
system operasi. Pengembangan system dikerjakan pada mesin virtual,
termasuk di dalamnya mesin fisik dan tidak mengganggu operasi system
yang normal.
Konsep mesin virtual sangat sulit untuk mengimplementasikan kebutuhan dan duplikasi yang tepat pada mesin yang sebenarnya.
4). Sistem Client Server
Sistem
operasi modem memiliki kecendrungan untuk memindahkan kode ke lapisan
yang lebih tinggi dan menghapus sebanyak mungkin, kode-kode tersebut
dari sistem operasi sehingga akan meninggalkan keruel yang minimal.
Konsep ini biasa diimplementasikan dengan dengan cara menjadikan
fungsi-fungsi yang ada pada sistem operasi menjadi user proses. Jika
satu proses minta untuk dilayani, misalnya satu blok file, maka user
proses {disini dinamakan: Client proses} mengirim permintaan tersebut ke
user proses. Server proses akan melayani permintaan tersebutkemudian
mengirimkan jawabannya kembali. Semua pekerjaan keruel dilakukan pada
pengendalian komunikasi antara client dan server. Dengan membagi sistem
operasi menjadi beberapa lapisan, dimana tiap-tipa bagian mengendalikan
satu segi sistem, seperti pelayanan file, pelayanan proses, pelayanan
terminal, atau pelayanan memori, maka tiap-tiap bagian menjadi lebih
sederhana dan dapat diatur selain itu, oleh karena semua server berjalan
pada user mode proses, dan bukan merupakan monitor mode, maka server
tidak dapat mengakses hardware secara lansung. Akibatnya, jika terjadi
kerusakan pada file server, maka pelayanan file akan terganggu. Namun
hal ini tidak akan sampai menganggu sistem lainnya.
Keuntungan dari model client server ini adalah:
Dapat diadaptasikan pada sistem terdistribusi.
Jika
suatu client berkomunikasi dengan server dengan cara mengirimkan
pesan, maka server tidak perlu tahu apakah pesan itu dikirim oleh dan
dari mesin itu sendiri {local} atau dikirim oleh mesin yang lain
melalui jaringan.
Pengembangan dapat dilakukan secara modular.
Kesalahan pada suatu subsistem tidak menganggu subsistem lain sehingga tidak mengakibatkan system mati secara keseluruhan.
Kelemahan dari sistem client-server adalah :
5). Sistem Berorientasi Obyek
Layanan
Sistem operasi sebagai kumpulan proses untuk menyelesaikan
pekerjaannya, yang sering disebut dengan system operasi bermodel proses,
sedangkan layanan system operasi sebagai objek disebut dengan system
operasi berorentasi objek. Pendekatan objek dimaksudkan untuk mengadopsi
keunggulan dari teknolgi berorientasi objek.
Pada
system operasi berorientasi objek, layanan diimplementasikan sebagai
kumpulan objek, masing-masing objek diberi tipe yang menandai property
objek seperti proses, dirktori, berkas, dan sebagainya. Dengan memanggil
operasi yang didefinisikan di objek, data yang berada dalam objek
tersebut dapat diakses dan dimodifikasi
Contoh dari system operasi berorentasi objek antara lain adalah:
1) Eden
2) Choices
3) X-kernel
4) Medusa
5) Clunds
6) Amoeba
7) Muse
8) Sistem operasi MS-Windows NT mengadopsi beberapa teknologi berorientasi objek tapi tidak secara keseluruhannya.
Tambahkan komentar